10 Kebiasaan Buruk yang Berpotensi Menyebarkan Virus Seperti Corona

Bencana virus corona yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini menjadi perhatian dunia. Banyak negara sekitar Tiongkok sudah memberlakukan pengecekan ketat bagi para penumpang asing yang tiba di bandara.

Corona yang bermula dari Wuhan, China memang sudah menyebar ke berbagai negara. Di Indonesia sendiri, sejauh ini belum ada yang positif terinfeksi virus tersebut. Namun, kita harus tetap waspada, karena corona dapat tersebar antarmanusia melalui batuk, bersin hingga makanan yang terkena air liur penderita virus.

Untuk itu, sebaiknya kita tidak lagi melakukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan maupun menyebarkan penyakit tertentu. Dilansir dari laman SCMP, 28 Januari 2020, berikut 10 kebiasaan buruk yang sebaiknya Anda hentikan agar Anda tidak berpotensi menyebarkan virus atau penyakit tertentu seperti virus Corona.

1. Tidak mencuci tangan

Banyak ilmuwan menegaskan kalau mencuci tangan adalah hal termudah yang bisa dilakukan semua orang untuk mencegah atau menghentikan penyebaran penyakit maupun virus seperti corona.

2. Tidak menutupi hidung dan mulut saat Anda batuk atau bersin

Sebaiknya, tutup hidung dan mulut Anda saat bersin atau batuk. Tapi setelah itu jangan lupa untuk mencuci tangan Anda.

3. Mengorek hidung atau memencet jerawat di depan umum

Kalau Anda melakukannya, maka banyak kotoran dan virus yang bisa tersebar ke orang lain. Apalagi, kalau Anda membuang atau menempelkan kotoran tersebut ke benda-benda di sekitar Anda yang sering disentuh atau digunakan oleh banyak orang, maka virus atau penyaki bisa lebih mudah tersebar.

4. Tidak membuang tisu yang sudah dipakai

Beberapa orang suka membuang tisu di sembarang tempat yang digunakan banyak orang seperti di kursi kereta, dekat pintu taksi, atau di kursi bus Janganlah jadi orang seperti itu.

Sebaiknya, buanglah tisu yang sudah dipakai di tempat sampah atau dibuang ke dalam toilet. Atau bawa sampai ke rumah dan Anda bisa membuangnya di tempat sampah atau toilet.

5. Meludah sembarangan

Sebaiknya jangan meludah di sembarang tempat yang dilalui banyak orang karena itu bisa mencemari kebersihan dan paru-paru orang lain atau bahkan menyebarkan penyakut tertentu. Disarankan meludah di kamar mandi atau toilet, setelah itu siram dengan air.

6. Buang air kecil tidak pada tempatnya

Anda bisa buang air kecil di toilet atau di lubang khusus untuk buang air, setelah itu jangan lupa untuk menyiramnya dengan air agar tak berpotensi menyebarkan virus.

Kalau Anda menggunakan tisu atau kertas khusus, segera buang ke tempat sampah atau buang ke dalam lubang toilet sambil disiram (flush).

7. Membiarkan hewan peliharaan menyentuh atau menjilat tempat makanan

Bukan hal yang bagus kalau hewan peliharaan kita seperti kucing mendekati atau bahkan menyentuh makanan kita. Kita tidak tahu apa saja yang telah disentuh atau diinjak olehnya, dan itu bisa menimbulkan penyakit atau virus tertentu.

8. Mencium hewan peliharaan

Menciumi kucing, anjing atau hewan lainnya, terutama di bagian hidung sangat berpotensi menimbulkan penyakit. Itu karena para hewan suka menempelkan hidung mereka di bokong mereka sendiri atau di hewan lainnya.

Jadi, kalau mencium anjing Anda terutama di bagian hidung, maka sama saja dengan mencium bokong mereka. Dan jangan sampai juga mereka menjilati Anda, karena itu juga akan menyebarkan penyakit atau virus tertentu.

9. Tidak membersihkan ponsel setiap hari

Anda tentu sering memegang dan menyentuh ponsel Anda, padahal Anda sendiri juga memegang banyak benda selain ponsel yang tentu bisa meninggalkan kotoran tertentu.

Jadi, sebaiknya bersihkan ponsel Anda setiap hari sebelum meninggalkan banyak tumpukan virus.

10. Tidak membersihkan tombol keyboard

Kalau Anda sering menggunakan komputer di perpustakaan, laboratorium atau di tempat lain yang digunakan orang banyak, sebaiknya bersihkan dulu sebelum dipakai. Bahkan saat memakai komputer atau laptop Anda sendiri, sebaiknya juga dibersihkan setiap akan digunakan.

Itu karena papan keyboard bisa lebih kotor dari toilet duduk. Jadi, meski sudah mencuci tangan setelah dari kamar mandi, jangan langsung menyentuh papan keyboard sebelum Anda membersihkannya.

 

 

Cc : www.liputan6.com

Dampak Buruk Olahraga Berlebihan bagi Kesehatan, Segera Kenali Penanganannya

Dampak buruk olahraga berlebihan bukannya membuat kamu menjadi lebih sehat, malah dapat menimbulkan penyakit. Olahraga secara rutin dan teratur tentunya dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Namun, jika terlalu berlebihan biasanya seseorang akan mengalami berbagai gejala yang sebaliknya. Walaupun sekarang belum ada kriteria yang jelas untuk mendefinisikan seberapa sering atau seberapa berat aktivitas olahraga bisa disebut sebagai olahraga yang berlebihan.

Dampak buruk olahraga berlebihan bagi kesehatan bisa menjadi pemicu penyakit. Jika kamu mengalami berbagai gejala yang menunjukkan kamu telah melakukan olahraga secara berlebihan, maka sebaiknya lakukan penanganan yang tepat agar tidak terjadi komplikasi berbahaya.

Berikut tentang dampak buruk olahraga berlebihan

Gejala atau Tanda-tanda Seseorang Olahraga Berlebihan

Dalam mengenali dampak buruk olahraga berlebihan, tentunya kamu harus paham juga berbagai gejala yang bisa menandakan kamu terlalu sering atau terlalu berat berolahraga. Orang yang memiliki kebiasaan olahraga berlebihan biasanya akan menunjukkan beberapa gejala sebagi berikut:

– Sulit berkonsentrasi.

– Berat badan turun drastis.

– Sering mengalami cedera.

– Sering merasa tidak enak badan.

– Suasana hati atau mood yang mudah berubah.

– Jantung berdetak kencang meski tidak berolahraga.

– Sering merasa lelah, hingga mengganggu pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

– Gangguan menstruasi.

Jika kamu telah mengalami beberapa gejala yang disebutkan tersebut, sebaiknya kamu mengurangi frekuensi berolahraga untuk menghindari risiko penyakit.

Dampak Buruk Olahraga Berlebihan

Dampak buruk olahraga berlebihan dapat menimbulkan berbagai penyakit. Apalagi olahraga jika tidak diikuti dengan istirahat dan mengonsumsi makanan bernutrisi tentunya juga bisa memunculkan berbagai masalah kesehatan.

Berikut beberapa dampak buruk olahraga berlebihan yang perlu kamu ketahui:

Badan terasa nyeri atau pegal akibat peradangan di otot dan sendi.

– Dehidrasi.

– Gangguan elektrolit.

– Gangguan tidur.

– Berkurangnya nafsu makan.

– Melemahnya daya tahan tubuh, sehingga sering flu.

– Radang tendon atau tendinitis.

– Gangguan jantung, seperti aritmia.

Selain menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan fisik, terlalu sering olahraga juga bisa menyebabkan seseorang menjadi kecanduan berolahraga. Seseorang yang kecanduan berolahraga akan memaksakan diri untuk terus berolahraga walaupun kondisinya sudah tidak fit. Ia merasa harus berolahraga setiap hari dan akan merasa stress jika tidak berolahraga.

Penanganan Olahraga Berlebihan

Untuk menghindari dampak buruk olahraga berlebihan, kamu tentunya harus mengenali berbagai gejalanya. Saat gejala-gejala tersebut terjadi pada dirimu, segera lakukan penanganan yang tepat sebagai berikut:

Berhenti berolahraga untuk beberapa waktu. Untuk menghindari dampak buruk olahraga berlebihan, kamu bisa berhenti berolahraga sejenak. Setidaknya berhenti berolahraga 1-2 minggu akan membuat tubuh menjadi lebih bugar dan siap untuk kembali berolahraga.

Mencukupi kebutuhan makanan sehat dan air putih. Konsumsi air mineral yang cukup dan makanan yang tinggi nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, dan protein tanpa lemak. Kamu juga harus menghindari makanan yang tidak sehat.

Istirahat yang Cukup. Berikan jeda waktu minimal 6 jam sebelum melakukan olahraga lagi. Jika kamu berolahraga setiap minggu, jadwalkan 1 hari untuk beristirahat tanpa olahraga agar tubuh dapat kembali pulih dan berenergi.

Kurangi frekuensi aktivitas olahraga. Coba kurangi frekuensi olahraga menjadi 2-3 kali seminggu. Selain itu, hindari berolahraga saat udara atau cuaca sangat panas, untuk mencegah terjadinya dehidrasi dan heat stroke.

Selain itu, kamu juga bisa memulihkan kondisi dengan melakukan olahraga pemulihan seperti yoga, untuk memulihkan kondisi fisik, pikiran, dan energi tubuh.

Tips Pengaturan Waktu Olahraga yang Benar

Waktu Olahraga dalam Seminggu

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, orang dewasa dalam kondisi sehat dianjurkan untuk melakukan olahraga minimal 150 menit per minggu. Dengan minimal 150 menit per minggu, kamu bisa mendapatkan kesehatan dan kebugaran yang ideal.

Untuk membuatnya lebih ringan, kamu bisa membagi waktunya. Kamu bisa membaginya dengan berolahraga 5 kali sehari, atau 3-4 kali per minggu sesuai kebutuhan dan jadwal kamu.

Waktu Olahraga yang Ideal dalam Sehari

Jika kamu membagi waktu olahraga 5 kali dalam seminggu, kamu hanya memerlukan waktu 30 menit untuk olahraga setiap harinya. Meskipun sebentar, tetapi olahraga ini akan lebih efektif daripada kamu melakukan langsung 150 menit olahraga dalam sehari.

Dampak buruk olahraga berlebihan tentunya harus kamu hindari. Walaupun olahraga memang baik untuk kesehatan dan kebugaran, bukan berarti kamu harus dengan berlebihan melakukannya tanpa memikirkan kondisi tubuh.

 

 

 

Cc : hot.liputan6.com

Selain Tubuh Sehat, Ini 7 Manfaat Pull-up untuk Tubuh

Latihan pull-up selalu diperlihatkan sebagai gerakan olahraga untuk menunjukkan kekuatan seseorang. Namun, latihan pull-up tidak hanya untuk unjuk otot belakang dan kekuatan Anda, tetapi juga memiliki beragam manfaat bagi tubuh.

Selayaknya latihan kekuatan, manfaat pull-up yang paling utama adalah untuk melatih kekuatan otot Anda. Akan tetapi, apakah Anda sudah tahu otot apa yang dilatih dan apa saja manfaat pull-up lainnya?

Manfaat pull-up bagi tubuh

Pull-up merupakan salah satu latihan kekuatan otot bagian atas yang praktis untuk dilakukan. Anda dapat membuat pull-up bar sendiri ataupun membelinya di toko peralatan olahraga. Berikut adalah beberapa manfaat pull-up yang dapat menarik perhatian Anda.

1. Menguatkan otot punggung

Manfaat pull-up yang paling utama adalah menguatkan otot punggung Anda. Anda tidak perlu khawatir karena pull-up menjangkau berbagai bagian otot belakang, seperti otot trapezius, otot antara bahu dan leher, serta otot disekitar tulang punggung.

2. Menambah kekuatan pegangan

Kekuatan dalam menggenggam atau memegang benda sangat penting saat berolahraga, khususnya olahraga angkat beban.

Latihan pull-up dapat membantu Anda untuk bisa melakukan olahraga lainnya yang membutuhkan kekuatan genggaman dengan lebih optimal.

Selain membantu Anda berolahraga, latihan pull-up juga dapat membantu aktivitas sehari-hari yang dilakukan, seperti mengangkat belanjaan dan membuka tutup kaleng.

3. Menguatkan otot lengan dan bahu

Tidak hanya otot punggung, otot lengan dan bahu juga dilatih kekuatannya melalui latihan pull-up. Bahkan, manfaat pull-up yang satu ini masih tetap bisa dirasakan meskipun Anda hanya bergelantungan di pull bar.

4. Melatih persendian

Jangan salah, manfaat pull-up tidak hanya sekedar meningkatkan kekuatan otot, tetapi juga membantu melatih persendian Anda. Anda tidak hanya menggerakkan berbagai macam otot saat melakukan pull-up, tetapi juga persendian di dalam tubuh.

5. Menjaga kesehatan tubuh

Menjalani latihan kekuatan, seperti pull-up, dapat membantu mengurangi lemak di perut dan mengatur kadar gula darah pada diabetes tipe 2. Latihan pull-up juga dipercaya dapat mengurangi nyeri punggung akibat fibromialgia dan artritis.

6. Meningkatkan kekuatan tubuh dan stamina

Manfaat pull-up lainnya adalah membantu meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh. Saat melakukan latihan ini, Anda harus mengangkat keseluruhan berat tubuh yang sudah pasti dapat meningkatkan kekuatan Anda.

Latihan kekuatan sangat berperan dalam perkembangan tulang yang kuat dan sistem kardiovaskular yang sehat.

7. Baik untuk kesehatan mental

Selain baik untuk kesehatan fisik, pull-up juga bermanfaat bagi kesehatan mental. Latihan kekuatan dapat membantu mengurangi kelelahan, gejala depresi, dan kecemasan.

Selain itu, latihan kekuatan juga dapat meningkatkan fungsi kognitif dan self-esteem atau keberhargaan diri. Namun, masih dibutuhkan riset lebih lanjut mengenai manfaat pull-up terhadap kesehatan mental.

Bagaimana cara melakukan pull-up yang benar?

Anda tidak akan bisa mendapatkan manfaat pull-up jika melakukan gerakannya secara salah. Alih-alih melatih kekuatan otot, Anda malah bisa mengalami cedera.

Hal penting yang perlu dilakukan sebelum memulai latihan pull-up adalah memastikan bahwa pull bar tidak ketinggian dan dapat diraih oleh Anda serta tidak terlalu pendek sampai membuat kaki tetap menapak di lantai saat sedang bergelantungan.

Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan gerakan pull-up yang benar.

  1. Berdiri dengan kaki selebar bahu di bawah pull-bar
  2. Loncat dan pegang pull bar dengan telapak tangan menghadap keluar
  3. Rentangkan tangan sehingga Anda bergelantungan di pull bar dan tekuk lutut serta silangkan pergelangan kaki untuk menyeimbangkan tubuh
  4. Tarik napas dan hembuskan ketika Anda mengangkat diri Anda ke atas sampai dagu Anda serata dengan pull bar
  5. Pertahankan posisi tersebut selama beberapa saat sebelum menurunkan diri Anda dari pull bar sambil menghembuskan napas. Turunkan diri Anda sampai sikut Anda lurus ke bawah
  6. Ulangi gerakan tersebut tanpa menyentuh lantai sesuai dengan banyaknya repetisi yang diinginkan

Saat melakukan gerakan pull-up, jangan mengangkat atau menurunkan badan terlalu cepat dan pastikan Anda tidak menggenggam pull bar terlalu lebar dan membiarkan sikut menjauhi badan.

Gerakan ini dilakukan dengan otot lengan, bahu, dan punggung, karenanya jangan menggunakan momentum dari tubuh bagian bawah untuk bisa naik ke atas. Tarik tubuh ke atas menggunakan otot lengan, punggung, dan bahu Anda.

 

 

Cc : www.sehatq.com

Olahraga Malam Mulai Disukai, Benarkah Lebih Menyehatkan?

Olahraga malam semakin diminati masyarakat yang tidak mempunyai waktu untuk berolahraga pada pagi atau sore hari.

Jika mengikuti waktu sirkadian tubuh, malam hari adalah waktu untuk beristirahat. Sedangkan kekurangan tidur dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam memperbaiki otot.

Namun, menurut Livestrong.com, ritme sirkadian setiap orang berbeda sebab ritme ini dikendalikan oleh hormon dalam tubuh.

Ritme sirkadian ini tidak hanya menentukan pola fisik, tetapi ritme ini juga menentukan perilaku seperti tidur, suasana hati, metabolisme dan suhu tubuh.

Bagi banyak orang, fungsi paru-paru adalah yang terbaik di sore hari. Tetapi karena ritme sirkadian masing-masing individu berbeda, olahraga malam bisa menjadi baik untuk sebagian orang.

Latihan mungkin lebih produktif ketika suhu tubuh tertinggi. Untuk rata-rata orang, suhu tubuh naik antara pukul 14.00dan 18.00.

Selama periode ini, otot lebih fleksibel, tenaga yang dirasakan rendah, waktu reaksi lebih cepat, kekuatan mencapai puncaknya, dan detak jantung dan tekanan darah istirahat rendah, menurut ke Dewan Kedokteran Olahraga Amerika.

Untuk alasan ini, sore hari mungkin merupakan waktu yang tepat untuk cardio.

Di sisi lain, pria mungkin memiliki hasil yang lebih baik dengan latihan beban di pagi hari, ketika kadar testosteron berada di puncaknya.

Bagi sebagian orang, berolahraga sebelum tidur dapat menyebabkan gangguan tidur.

Jika masih ingin, lakukanlah olahraga ringan, jangan berat.

Penting untuk memberi cukup waktu untuk segmen pendinginan. Luangkan waktu setidaknya tiga hingga lima menit di akhir latihan untuk bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih lambat.

Bagian perlambatan latihan ini mengatur detak jantung, pernapasan, dan kadar hormon. Dan jangan lewatkan peregangan pasca-latihan.

Peregangan mengendurkan otot-otot, meningkatkan sirkulasi dan membantu tubuh  rileks untuk tidur.

 

 

Cc : www.suara.com

6 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Musim Hujan

musim hujan jangan jadi alasan untuk bermalas-malasan. Malah, waktu tersebut adalah saat yang tepat untuk mencoba berbagai macam olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah. Anda bisa melakukan beberapa jenis olahraga agar badan tetap sehat saat musim hujan. Berikut ini enam olahraga yang cocok dilakukan di dalam rumah.

1. Spot Jogging

Joging atau lari pelan bisa dilakukan di dalam ruangan. Salah satunya dengan lari di tempat atau spot jogging. Menurut ahli kebugaran Samir Purohit, latihan ini ideal sebelum melakukan olahraga lainnya atau pemanasan.

“Angkat lutut dan kembalikan ke tanah. Gerakkan kaki seperti gerakan lari,” kata Purohit.

Melakukan ini selama 30 menit paling tidak membakar sekitar 215 kalori.

2. Skipping

Skipping atau lompat tali bisa meningkatkan kebugaran, fleksibilitas, dan koordinasi kardio-pernapasan. Menurut ahli kebugaran Althea Shah, latiah ini bermanfaat dan sangat bagus untuk membangun tulang serta menurunkan berat badan.

Melakukan lompat tali dalam satu jam, setidaknya mampu membakar hingga 560 kalori. Caranya pun juga terbilang mudah untuk dipelajari dan sudah banyak diketahui oleh masyarakat.

3. Latihan kekuatan

Latihan kekuatan atau beban juga bisa dilakukan di dalam rumah. Anda cukup menggunakan satu set dumbbell. Jika tidak punya, kreasikan barang-barang bekas di rumah seperti botol air yang diisi dengan beban. Dalam satu jam, Anda bisa membakar hingga 200 kalori.

4. Plank

Plank terkenal sebagai jenis latihan yang memperkuat otot perut. Caranya juga mudah. Anda harus melakukan posisi push-up, kemudian tekuk lengan dan taruh di lantai. Mulailah menahan tubuh minimal 30 detik.

“Latihan ini sangat menantang tetapi bagus untuk memberikan bentuk pada area inti Anda,” kata Purohit. Melakukan plank membakar sekitar 350 kalori dalam satu jamnya.

5. Yoga

Yoga ditujukan untuk menyatukan tubuh, pikiran, dan jiwa. Selain membantu Anda menjadi lebih sadar akan diri sendiri, postur tubuh, keselarasan dan pola gerakan membuat tubuh menjadi lebih fleksibel dan rileks.

Selain itu, yoga bisa dilakukan di dalam rumah tanpa perlu mengkhawatirkan cuaca. Melakukan yoga dalam satu jam bisa menghabiskan sekitar 280 kalori.

6. Pilates

Seperti yoga, pilates bisa dilakukan di rumah dengan mudah. Olahraga ini menekankan pada pengembangan tubuh melalui kekuatan inti, fleksibilitas, dan gerakan yang anggun. Bentuk latihan ini juga bisa dilakukan hanya dengan tikar pilates.

“Latihan ini bisa meningkatkan sirkulasi darah dan pernapasan,” kata Purohit.

Berlatih pilates satu jam Anda bisa membakar 260 kalori.

 

 

Cc : www.liputan6.com

Pengen Olahraga Meski Sibuk Bekerja? Bisa Kok, Ini Caranya.

Apa kamu termasuk sebagian orang yang menyalahkan kesibukan bekerja sebagai alasan untuk tidak berolahraga? Pertanyaan terbesarnya adalah apakah kamu memang tidak sempat atau sengaja tidak menyempatkan diri? Padahal dengan menyempatkan olahraga kamu bisa tetap menjaga tubuhmu tetap fit sehingga tidak mudah terserang penyakit dan virus.

Buat kamu yang masih bingung mengatur waktu untuk berolahraga, nih ada pembagian waktunya.

1. Sebelum Bekerja

Manfaatkan waktu sebelum bekerja untuk berolahraga. Udara pagi yang segar dapat membuatmu merasa fokus dan semangat menjalani sisa hari-harimu. Setel alarm jam 5 pagi, atau buat kamu yang muslim selepas sholat Subuh, dan mulai olahraga selama kurang lebih 30-40 menit.

Sebaiknya olahraga yang kamu lakukan pagi hari ini lebih bersifat individu, atau bisa kamu lakukan sendiri tanpa teman. Seperti bersepeda, jogging, atau HIIT (High Intensity Interval Training). Bisa sih ajak temanmu untuk menemani tapi pastikan yang kamu ajak nggak bakal memadamkan motivasi berolahragamu. Misal dia lebih memilih tidur, nah kamu yang tadinya bersemangat malah jadi ketularan pengen tidur lagi dan nggak jadi berolahraga. Pernah kejadian?

2. Saat Bekerja

Meskipun paginya sudah berolahraga, kamu tetap bisa melanjutkan olahragamu selama jam kerja lho. Caranya mudah banget, ada banyak opsi yang bisa kamu pilih dan kamu lakukan.

Contohnya :

  • Berangkat ke kantor jalan kaki/bersepeda
  • Lebih memilih naik tangga daripada lift
  • Kalau sedang tidak terburu-buru kurangi penggunaan telepon untuk berkomunikasi dengan mereka yang berbeda ruangan dan berjalan kakilah menuju ruangan mereka
  • Beli makan siang dengan berjalan kaki kalau di kantor tidak ada kantin

3. Setelah Bekerja

Olahraga setelah bekerja ini nggak harus tiap hari kamu lakukan sih, setidaknya kasih jadwal seminggu berapa kali. Nah, olahraga yang cocok kamu lakukan setelah kerja ini enaknya sih olahraga yang bersifat kelompok seperti futsal, bulutangkis, basket, atau voli.

Kamu juga bisa mengajak teman kantor, teman kos, atau tetangga. Kalau misal di kantormu tidak ada agenda olahraga bersama, ajak teman-teman kantormu melakukan olahraga kelompok setidaknya seminggu sekali. Lumayan lah nambah-nambah relasi dan mempererat hubungan.

4. Hari Libur

Kalau hari libur sih sudah jelas kamu punya banyak waktu luang, jadi alasan apa yang mau kamu utarakan?

Memang kenapa sih kok harus olahraga? Asal kamu tahu, semakin sedikit kamu bergerak maka semakin rentan kamu menderita penyakit, baik fisik maupun psikis. Contohnya pengeroposan tulang, obesitas, fungsi jantung melemah, mudah stres, mudah emosi, dan malas. Makanan yang kamu makan pun jadinya menumpuk di tubuh dan karena tidak ada aktivitas jadinya kayak gini

 

 

Cc : www.selipan.com

OLAHRAGA RUTIN, KOK TAMBAH GENDUT

Berolahraga sangat bermanfaat menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, ternyata berolahraga secara berlebihan dan tidak memiliki istirahat yang cukup malah dapat mempersulit proses penurunan berat badan.


Kenaikan berat badan dipengaruhi oleh beberapa aspek, begitu pula dengan penurunan berat badan. Beberapa aspek yang dapat mempengaruhi penurunan berat badan seperti pemilihan makanan, tingkat aktifitas fisik, genetik dan usia. Stress juga dapat mempengaruhi penurunan berat badan dan olahraga yang berlebihan meningkatkan hormon yang berkaitan dengan stress. Hal tersebut dapat membuat penurunan berat badan lebih sulit.

Stress VS Berat Badan
Aktifitas fisik yang berlebihan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol (hormone yang terbentuk jika mengalami stress). Peningkatan hormone kortisol dapat menyebabkan beberapa hal seperti:

  • Penambahan berat badan
  • Gangguan tidur
  • Peningkatan peradangan
  • Kelebihan lemak pada perut (termasuk pada orang kurus)

Kadar hormone kortisol yang meningkat akan mendorong timbulnya rasa lapar atau mengidam, sehingga peningkatan kortisol secara kronis dapat menyebabkan penambahan berat badan atau memperlambat penurunan berat badan.
Ada beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah stress yang berkaitan dengan kenaikan berat badan:

  • Mengatur jadwal aktifitas fisik yang dilakukan
  • Memberikan waktu untuk tubuh beristirahat diantara jadwal berolahraga
  • Menambahkan jadwal yoga atau meditasi

Pemilihan Makanan
Pola makan adalah salah satu faktor terpenting dalam usaha menjaga atau menurunkan berat badan. Melakukan penyesuaian pada pola makan juga bermanfaat meningkatkan kesehatan dan mendorong penurunan berat badan. Pilihlah makanan yang kaya protein, sayuran atau yang berserat tinggi, dan lemak sehat.

Peningkatan Massa Otot
Hasil dari aktifitas fisik yang rutin, salah satunya adalah pembentukan massa otot. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Namun, ketika sudah memasuki bulan ketiga berolahraga rutin maka biasanya berat badan akan menurun atau stabil.

Perimenopause
Masa transisi sebelum menopause yang umumnya terjadi diusia sekitar pertengahan 40 tahun atau lebih awal. Penelitian menyatakan bahwa selama masa transisi tersebut dapat meningkatkan hormone yang menyebabkan peningkatan berat badan, terutama pada perut.

Tips Menyamil
Jika mengidam makanan atau memiliki keinginan nyamil yang tinggi dapat meningkatkan berat badan. Berikut beberapa cara sederhana dan efektif agar berat badan tetap terjaga:

  • Memastikan makanan cukup dengan asupan kalori. Kekurangan kalori saat jadwal makan dapat menimbulkan rasa ingin menyamil di malam hari.
  • Menjaga asupan cairan. Konsumsi sepanjang hari dapat membantu mengurangi keinginan untuk menyamil.
  • Meningkatkan asupan protein. Tambahkan asupan protein berkualitas tinggi, seperti telur, kacang, ayam atau tahu ke dalam pola makan dan camilan.
  • Memiliki tidur yang cukup. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol yang dapat meningkatkan timbulnya rasa lapar.

Berolahraga sangat penting bagi kesehatan, namun seseorang dengan kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar porsi dan jenis olahraga sesuai dengan kebutuhan tubuh.

 

 

Cc : https://vivahealth.co.id

7 Manfaat Naik Turun Tangga untuk Kesehatan, Harus Dibiasakan

Manfaat naik turun tangga untuk kesehatan memang harus dibiasakan. Apalagi buat kamu yang tidak punya banyak waktu sehingga jarang berolahraga dan tidak suka banyak menggerakkan badan. Naik turun tangga bisa jadi alternatif pengganti waktu olahraga yang terlewatkan.

Banyak orang yang lebih memilih menggunakan lift maupun eskalator di kantor atau tempat umum lainnya dibandingkan menggunakan tangga. Padahal banyak sekali manfaat kesehatan dan kebugaran yang bisa kamu dapatkan dari naik turun tangga.

Manfaat naik turun tangga untuk kesehatan bisa menjadi pengganti olahraga. Cobalah membiasakan diri menggunakan akses tangga di berbagai fasilitas umum, seperti di kantor, pusat perbelanjaan, jembatan penyeberangan, atau sekadar naik-turun tangga di rumah untuk menjaga kesehatan.

Menurunkan Berat Badan Serta Menguatkan Otot dan Tulang

Menurunkan Berat Badan

Para ahli mencatat aktivitas naik tangga dapat menghabiskan 8 sampai 9 kali lebih banyak kalori daripada saat duduk dan 7 kali lebih banyak kalori daripada naik lift.

Setiap satu langkah naik maupun turun sama-sama dapat membakar kalori. Hanya saja, kalori yang terbakar akan lebih banyak dan cepat saat naik daripada saat turun. Ini karena tekanan yang diberikan oleh tubuh saat mendaki tentu akan lebih besar daripada saat menuruni tangga.

Setiap 10 langkah naik akan membakar 1 kalori, begitu pula saat kamu menuruni tangga. Bedanya, setiap kali kamu menuruni satu anak tangga, maka akan membakar 0,05 kalori dalam tubuh. Jadi, setiap menuruni 20 anak tangga akan membakar 1 kalori dalam tubuh.

Manfaat naik turun tangga untuk kesehatan bisa menurunkan berat badanmu, ini tentu bagus untuk kamu yang memiliki masalah kelebihan berat badan atau obesitas. Baik turun tangga dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak. Dengan begitu, cadangan lemak tubuh pun akan berkurang.

Menguatkan Otot dan Tulang

Manfaat naik turun tangga berikutnya adalah untuk menguatkan otot dan tulang. Pada saat kamu naik turun tangga, otot dan tulang di seluruh tubuh ikut bergerak aktif, mulai dari otot kaki, paha, lengan, hingga punggung.

Pergerakan ini akan membuat otot dan tulang menjadi lebih kuat dan sehat. Kepadatan tulang juga akan meningkat, sehingga mencegah risiko osteoporosis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin berolahraga (termasuk naik-turun tangga) terlihat lebih bugar dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan mandiri.

Memelihara Kesehatan Otak dan Mental

Selain itu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa manfaat naik turun tangga dapat mengoptimalkan kesehatan otak. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa orang yang sering naik-turun tangga akan mengalami penuaan otak lebih lambat daripada orang yang jarang naik-turun tangga.

Hal ini membuat orang yang membiasakan diri naik turun tangga dapat terhindari dari kepikunan dan memiliki daya ingat yang lebih baik.

Baik untuk Kesehatan Mental

Manfaat naik turun tangga selanjutnya adalah untuk kesehatan mental. Saat naik-turun tangga, tubuh melepaskan hormon endorfin yang memberi perasaan senang dan tenang. Hormon ini juga dapat memperbaiki suasana hati, sehingga membuat kamu lebih fokus dan konsentrasi saat bekerja, serta tidak mudah stres.

Baik untuk Penderita Diabetes dan Menyehatkan Jantung

Baik untuk Penderita Diabetes

Untuk kamu yang sedang menderita diabetes, naik turun tangga bisa jadi solusi untuk mengendalikan gula darah. Ini disebabkan karena saat naik-turun tangga, otot rangka bergerak aktif dan menggunakan gula sebagai energi, sehingga kadar gula darah bisa menjadi lebih stabil.

Selain menjaga stabilnya gula darah, manfaat naik turun tangga juga dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Hal ini tentunya baik untuk mencegah penyakit kardiovaskuler.

Menurunkan Risiko Stroke

Sebuah studi menyatakan bahwa orang yang membiasakan diri naik-turun tangga 3-5 kali seminggu memiliki risiko terkena stroke hingga 30% lebih rendah dibandingkan orang yang jarang berolahraga.

Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang menyebutkan bahwa aktivitas fisik, seperti naik tangga, dapat menurunkan risiko munculnya penyakit stroke.

Menyehatkan Jantung dan Paru-paru

Manfaat naik turun tangga selanjutnya adalah menyehatkan jantung dan paru-paru. Berbagai studi telah membuktikan bahwa kebiasaan naik-turun tangga bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Aktivitas ini termasuk dalam latihan kardio yang dapat meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, sehingga aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi lancar. Dengan begitu, orang yang sering naik-turun tangga akan terhindar dari risiko penyakit jantung dan hipertensi.

Dengan berbagai manfaat naik turun tangga untuk kesehatan yang bisa kamu dapatkan, tidak ada alasan lagi untuk tidak membiasakan diri melakukannya agar tubuh tetap sehat dan bugar.

 

 

Cc : hot.liputan6.com

 

6 Cara Mengecilkan Perut Setelah Melahirkan, Biar Kembali Langsing !

Pasca melahirkan, ibu akan mengalami masa di mana ingin perut kembali rata dan langsing secara cepat. Padahal, untuk mengembalikan perut agar rata dan langsing, ibu harus konsisten dalam melakukan cara langkah tertentu karena prosesnya memang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Cara mengecilkan perut setelah melahirkan bisa kamu lakukan dengan mengikuti langkah berikut ini secara konsisten. Simak ya!

1. Olahraga Secara Teratur

Cara mengecilkan perut setelah melahirkan bisa kamu lakukan dengan melakukan olahraga secara teratur. Olahraga yang bisa kamu lakukan adalah dengan berjalan kaki ringan, mengikuti kelas yoga, aerobic, peregangan, berenang, atau melatih panggul melalui belly dance. Untuk memulai olahraga, kamu bisa memulainya enam minggu setelah melahirkan agar tidak membahayakan kesehatan tubuhmu.

2. Menjaga Asupan Makan dan Air

Cara mengecilkan perut setelah melahirkan bisa kamu lakukan dengan cara mengonsumsi karbohidrat kompleks, protein, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan lemak baik atau lemak tak jenuh. Makanlah dengan porsi kecil akan tetapi dengan frekuensi makan yang bertambah dalam sehari. Dengan asupan makan yang cukup, kamu bisa mencukupkan nutrisi untuk tubuhmu dan buah hati yang sedang dalam masa mengonsumsi ASI.

Selain itu, konsumsilah air yang cukup agar tubuhmu tidak mengalami dehidrasi. Dengan mengonsumsi air yang cukup, racun di tubuh akan terbuang melalui proses yang alami. Metabolisme tubuh juga akan berjalan dengan baik sehingga perut buncit pasca melahirkan bisa berangsur-angsur mengecil.

3. Menyusui Buah Hati

Cara mengecilkan perut setelah melahirkan adalah dengan menyusui buah hati. Proses menyusui dapat membakar 500 kalori per hari. Dengan menyusui, berat badan akan lebih cepat turun. Menyusui juga mampu mengecilkan rahim sama seperti saat sedang berolahraga. Namun, hindari penyusutan berat badan yang berlebihan ketika menyusui. Ketika ibu menghadapi ini, sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter ahli kandungan.

4. Sering Menggendong Anak

Cara mengecilkan perut setelah melahirkan adalah dengan lebih sering menggendong anak. Berat badan buah hati yang ada di sekitar 3,6 hingga 5,4 kilogram. Kamu bisa menambahkan gerakan latih otot dengan melakukan gerakan squat sambil menggendong. Lakukan dengan hati-hati agar bayi dan ibu tidak terjatuh.

5. Konsumsi Probiotik

Cara mengecilkan perut setelah melahirkan adalah dengan mengonsumsi probiotik. Probiotik yang merupakan kandungan bakteri baik bisa kamu dapatkan dengan rutin mengonsumsi yogurt atau minuman fermentasi. Konsumsi probiotik yang teratur akan membantu tubuh untuk meningkatkan kesehatan usus dan sistem pencernaan.

6. Konsumsi Cemilan Sehat

Cara mengecilkan perut setelah melahirkan bisa kamu lakukan dengan mengonsumsi camilan sehat. Camilan sehat yang bisa kamu jadikan asupan sehari-hari adalah salad sayuran, roti gandum, telur ayam rebus, sereal gandum, atau smoothies buah atau sayur. Hindari makanan yang terlalu tinggi gula atau garam karena bisa menggagalkan program pengecilan perut setelah melahirkan.

Itulah cara mengecilkan perut setelah melahirkan yang bisa ibu lakukan. Dengan beberapa cara di atas, perutmu akan kembali rata dan langsing setelah beberapa bulan atau tahun melahirkan. Lakukan dengan teratur dan hindari menurunkan berat badan secara drastis karena akan berbahaya bagi kesehatan dan keseimbangan sistem pada tubuh.

 

 

Cc : https://www.shopback.co.id

Mengenal Penyebab Sakit Kepala Saat Haid dengan Cara Mengatasinya

Tak hanya lemas dan kram perut, sakit kepala juga menjadi salah satu keluhan yang dapat terjadi ketika menstruasi. Selain harus berhadapan dengan gejala-gejala menstruasi lainnya, sakit kepala saat haid bisa menambah ketidaknyamanan Anda dan mengganggu aktivitas.

Oleh sebab itu, banyak wanita yang malas bergerak dan hanya ingin rebahan di tempat tidur saja ketika datang bulan. Untuk mengatasi masalah sakit kepala saat haid ini, mari kenali terlebih dahulu penyebabnya.

Penyebab sakit kepala saat haid

Sakit kepala saat haid umumnya disebabkan oleh perubahan kadar hormon yang terjadi ketika seseorang datang bulan. Sakit kepala jenis ini bisa muncul sebelum, selama, atau setelah siklus menstruasi. Namun, pada umumnya, sakit kepala ini terjadi pada 2 hari sebelum hingga 3 hari setelah haid.

Di pertengahan siklus menstruasi , terjadi peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Akan tetapi, setelah ovulasi, kedua hormon tersebut menurun. Bahkan berada di titik terendah tepat sebelum Anda haid. Penurunan inilah yang membuat sebagian wanita mengalami sakit kepala saat haid.

Selain perubahan hormon, banyaknya darah yang keluar saat haid juga dapat memicu sakit kepala. Ketika kehilangan banyak darah, Anda dapat mengalami kekurangan zat besi. Kadar zat besi yang rendah inilah yang menyebabkan timbulnya sakit kepala saat haid. Sakit kepala saat haid umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Sakit kepala hormonal

Sakit kepala hormonal bisa menyebabkan nyeri kepala yang ringan hingga sedang. Rasa nyeri yang timbul biasanya disertai dengan sensasi berdenyut di kepala. Sakit kepala jenis ini dapat terasa tidak nyaman, tapi umumnya tak terlalu mengganggu rutinitas sehari-sehari.

  • Migrain

migrain yang dapat menyebabkan denyutan hebat di satu sisi kepala. Penyakit ini juga bisa membuat Anda sensitif terhadap cahaya dan suara, mual, hingga muntah sehingga sulit bekerja atau berpikir. Sakit kepala jenis ini diperkirakan terjadi pada sekitar 60 persen wanita hamil.

Selain sakit kepala, Anda juga mungkin merasakan gejala menstruasi lainnya, seperti kelelahan, nyeri sendi atau otot, sembelit, mengidam, dan berubahnya suasana hati.

Cara mengatasi sakit kepala saat haid

Untuk mengatasi sakit kepala saat haid, pengobatan akan dilakukan tergantung pada tingkat keparahannya. Terdapat beberapa hal yang bisa Anda lakukan menghilangkan sakit kepala tersebut, di antaranya:

  • Meletakkan kompres es

Meletakkan kompres es di area kepala dan leher dapat membantu meringankan sakit kepala yang Anda rasakan. Balutlah sebungkus kantong es dengan kain atau handuk, lalu letakkan di dahi atau leher tiap 10 menit.

  • Melakukan relaksasi

Melakukan relaksasi, seperti yoga, meditasi, dan latihan pernapasan dalam, dapat melemaskan otot-otot, mengurangi ketegangan, hingga meredakan sakit kepala. Hal ini juga dapat membantu Anda mengontrol detak jantung dan tekanan darah.

  • Akupuntur

akupuntur dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke berbagai titik tekanan di seluruh tubuh. Teknik ini dapat merangsang pelepasan hormon endorfin yang dapat membantu mengatasi stres dan meredakan rasa sakit, termasuk sakit kepala.

  • Beristirahat dengan cukup

Tidak mendapat istirahat dengan cukup dapat memperburuk sakit kepala saat haid yang Anda rasakan. Oleh sebab itu, usahakan untuk beristirahat dengan cukup seperti tidur malam setidaknya 7-9 jam. Buatlah kamar tidur senyaman mungkin agar Anda dapat tidur dengan nyenyak.

  • Mengurangi konsumsi garam

Faktanya, konsumsi garam terlalu banyak dapat meningkatkan tekanan darah sehingga memicu sakit kepala. Oleh sebab itu, batasilah jumlah garam yang dikonsumsi sekitar waktu menstruasi Anda.

  • Mengonsumsi suplemen magnesium

Mengonsumsi suplemen magnesium dapat membantu meringankan sakit kepala yang Anda rasakan. Akan tetapi, suplemen ini juga bisa memicu terjadinya diare. Oleh sebab itu, konsultasikan pada dokter sebelum Anda menggunakannya.

  • Melakukan terapi pijat

Terapi pijat dapat meningkatkan relaksasi otot dan mengurangi ketegangan di leher, bahu, serta punggung. Selain itu, hal ini juga dapat membantu mengurangi keparahan dan frekuensi sakit kepala yang Anda rasakan.

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri

Mengonsumsi obat pereda rasa nyeri, seperti ibuprofen, aspirin , atau asetaminofen, umumnya dapat meredakan sakit kepala saat haid, bahkan juga kram perut yang terjadi karena menstruasi. Anda dapat membeli obat tersebut di apotek atau mendapat resep dari dokter.

Jika sakit kepala saat haid yang Anda rasakan tak kunjung hilang atau bahkan semakin memburuk dari hari ke hari, sebaiknya segera periksakan diri Anda pada dokter. Dokter akan mencari tahu penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat untuk mengatasi keluhan Anda.

 

Cc : https://www.sehatq.com