Saat berolahraga, ada beberapa komponen yang berpengaruh pada kualitas latihan yang kamu lakukan, salah satunya durasi latihan.
Istilah ini merupakan gambaran lama atau tidaknya latihan yang dilakukan. Atau ukuran yang menunjukkan lamanya waktu pemberian rangsang atau lamanya waktu latihan. Ketika berolahraga, kamu melakukan aktivitas berintensitas tinggi yang membuat jantung berdetak lebih cepat. Semakin tinggi intensitasnya, semakin keras pula jantung kamu akan bekerja. Pada akhirnya, aliran darah menjadi lebih lancar dan tubuh menjadi bugar. Ini pula yang menurunkan risiko serangan jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Latihan merupakan proses pengakumulasian dari berbagai komponen kegiatan. Oleh karena itu, dalam menyusun dan merencanakan proses latihan seorang pelatih harus mempertimbangkan faktor-faktor yang disebut komponen latihan. Adapun komponen latihan merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan dalam menentukan dosis dan beban latihan. Lalu, seberapa sering kita dapat berolahraga? Tergantung intensitasnya. Secara umum, jika kita memilih aktivitas aerobik dengan intensitas, maka durasi yang dianjurkan adalah 150 menit seminggu. Sementara kalau kamu memilih olahraga berintensitas tinggi, maka kamu dapat melakukannya 75 menit seminggu. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, sebaiknya lakukan olahraga secara terukur. Jadi bagi kamu yang ingin lebih dari sekadar bergerak, yakni mendapatkan manfaat optimal dari olahraga, berikut ini beberapa indikator yang mudah diamati untuk menilai intensitas olahraga.

Gabungan latihan intensitas rendah dalam durasi yang lama dan diselingi latihan intensitas tinggi, memberikan kekuatan tubuh untuk beradaptasi dalam menanggapi stressor olahraga. Sehingga dapat dikatakan bahwa ketiganya memegang peranan penting untuk meminimalkan risiko cedera, karena dapat mengoptimalkan performanya melalui rangkaian latihan ketahanan ini. Baik metode, intensitas, dan durasi olahraga yang dilakukan akan mendatangkan kebaikan untuk tubuh Anda. Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika bertujuan untuk menurunkan berat badan, Anda bisa memulai latihan daya tahan dan resistensi dengan durasi lebih dari 24 minggu. Apabila Anda ingin terus meningkatkan performa olahraga dari waktu ke waktu, cobalah untuk fokus pada latihan daya tahan yang mengutamakan faktor intensitas, durasi, dan frekuensi.

Apakah latihan yang baik itu harus berjam-jam di gym atau bisa sebentar saja latihan tapi efektif? Mari kita ketahui dulu beberapa faktor yang mempengaruhi lamanya seseorang itu latihan di gym.

1. FAKTOR FITNESS LEVEL (TINGKAT KEBUGARAN)

Durasi latihan sangat dipengaruhi oleh fitness level setiap orang, seperti contohnya seorang pemula belum tentu bisa memiliki durasi latihan yang sama dengan atlet profesional yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

2. FAKTOR JENIS LATIHAN

Tentu jenis latihan dapat mempengaruhi durasi latihan saat di gym. Sebagai contoh melakukan HIIT dalam waktu 30 menit akan terasa sangat melelahkan dibandingkan hanya berjalan santai di treadmill.

3. TARGET LATIHAN

Setiap orang tentu ingin memiliki tujuan atau goal yang berbeda, durasi latihan tentu menjadi salah satu faktor dalam hal ini. Contohnya seseorang yang ingin menjadi atlet memiliki durasi latihan yang berbeda dengan seseorang ingin hanya memiliki hidup sehat saja.

Selain beberapa faktor diatas, kami juga harus menyampaikan beberapa hal yang kamu harus ketahui yaitu :
1. Bertambah lama berolahraga tidak selalu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan yang berolahrga dengan waktu singkat
2. 30 – 60 Menit per kali latihan
3. Hindari overused injury (cedera akibat intensitas dan durasi latihan)
4. Dalam berolahraga, harus diselingi dengan waktu istirahat yang cukup agar 5. tubuh mendapat kesempatan untuk memulihkan kondisi
6. Perhatikan tingkat kemampuan awal sebelum menentukan tingkat kekerapan berolahraga
7. 3 – 5 x per minggu dengan melakukan olahraga aerobik dan anaerobik dengan intensitas 60% – 80% DJM, selama 30 -60 menit per latihan
8. Setelah melakukan latihan secara teratur, lakukan evaluasi dari hasil latihan.

Tentu tidak ada standar spesifik untuk berapa lama durasi latihan yang diperlukan tubuh, latihan lebih lama bukan berarti lebih baik, karena tubuh membutuhkan istirahat juga dan setiap orang berbeda, jadi kita tidak dapat menyamakan durasi latihan kita dengan yang lain.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + eighteen =