OLAHRAGA RUTIN, KOK TAMBAH GENDUT

Berolahraga sangat bermanfaat menurunkan berat badan dan menjaga kesehatan tubuh. Namun, ternyata berolahraga secara berlebihan dan tidak memiliki istirahat yang cukup malah dapat mempersulit proses penurunan berat badan.


Kenaikan berat badan dipengaruhi oleh beberapa aspek, begitu pula dengan penurunan berat badan. Beberapa aspek yang dapat mempengaruhi penurunan berat badan seperti pemilihan makanan, tingkat aktifitas fisik, genetik dan usia. Stress juga dapat mempengaruhi penurunan berat badan dan olahraga yang berlebihan meningkatkan hormon yang berkaitan dengan stress. Hal tersebut dapat membuat penurunan berat badan lebih sulit.

Stress VS Berat Badan
Aktifitas fisik yang berlebihan dapat meningkatkan kadar hormon kortisol (hormone yang terbentuk jika mengalami stress). Peningkatan hormone kortisol dapat menyebabkan beberapa hal seperti:

  • Penambahan berat badan
  • Gangguan tidur
  • Peningkatan peradangan
  • Kelebihan lemak pada perut (termasuk pada orang kurus)

Kadar hormone kortisol yang meningkat akan mendorong timbulnya rasa lapar atau mengidam, sehingga peningkatan kortisol secara kronis dapat menyebabkan penambahan berat badan atau memperlambat penurunan berat badan.
Ada beberapa langkah dapat dilakukan untuk mencegah stress yang berkaitan dengan kenaikan berat badan:

  • Mengatur jadwal aktifitas fisik yang dilakukan
  • Memberikan waktu untuk tubuh beristirahat diantara jadwal berolahraga
  • Menambahkan jadwal yoga atau meditasi

Pemilihan Makanan
Pola makan adalah salah satu faktor terpenting dalam usaha menjaga atau menurunkan berat badan. Melakukan penyesuaian pada pola makan juga bermanfaat meningkatkan kesehatan dan mendorong penurunan berat badan. Pilihlah makanan yang kaya protein, sayuran atau yang berserat tinggi, dan lemak sehat.

Peningkatan Massa Otot
Hasil dari aktifitas fisik yang rutin, salah satunya adalah pembentukan massa otot. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Namun, ketika sudah memasuki bulan ketiga berolahraga rutin maka biasanya berat badan akan menurun atau stabil.

Perimenopause
Masa transisi sebelum menopause yang umumnya terjadi diusia sekitar pertengahan 40 tahun atau lebih awal. Penelitian menyatakan bahwa selama masa transisi tersebut dapat meningkatkan hormone yang menyebabkan peningkatan berat badan, terutama pada perut.

Tips Menyamil
Jika mengidam makanan atau memiliki keinginan nyamil yang tinggi dapat meningkatkan berat badan. Berikut beberapa cara sederhana dan efektif agar berat badan tetap terjaga:

  • Memastikan makanan cukup dengan asupan kalori. Kekurangan kalori saat jadwal makan dapat menimbulkan rasa ingin menyamil di malam hari.
  • Menjaga asupan cairan. Konsumsi sepanjang hari dapat membantu mengurangi keinginan untuk menyamil.
  • Meningkatkan asupan protein. Tambahkan asupan protein berkualitas tinggi, seperti telur, kacang, ayam atau tahu ke dalam pola makan dan camilan.
  • Memiliki tidur yang cukup. Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kortisol yang dapat meningkatkan timbulnya rasa lapar.

Berolahraga sangat penting bagi kesehatan, namun seseorang dengan kondisi medis tertentu perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar porsi dan jenis olahraga sesuai dengan kebutuhan tubuh.

 

 

Cc : https://vivahealth.co.id

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 4 =