8 Cara Menjaga Stamina saat Puasa, Tubuh Tetap Bugar

Cara menjaga stamina saat puasa bisa membuat tubuh tetap bugar. Apalagi saat berpuasa, tubuh akan mengalami banyak perubahan seperti pola tidur, pola makan, olahraga, dan aktivitas harian. Hal ini tentunya dapat penurunan stamina sehingga kamu mudah merasa lemas.

Cara menjaga stamina saat puasa identik dengan konsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka. Kamu juga harus menghindari begadang dan tetap berolahraga secukupnya agar kondisi kesehatan tetap terjaga.

Selain memperhatikan pola tidur, pola makan, hingga olahraga, kamu juga harus memperhatikan kondisi tubuh sehari-hari. Jika kamu sedang dalam pengobatan atau menderita penyakit tertentu, ada baiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum berpuasa.

Jangan Tinggalkan Sahur

Cara menjaga stamina saat puasa yang pertama adalah selalu melaksanakan makan sahur. Peran sahur saat berpuasa sangat penting. Makanan yang kamu konsumsi bisa memengaruhi kerja tubuh selama seharian penuh.

Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks agar perut kenyang lebih lama. Contoh karbohidrat kompleks adalah nasi merah, roti gandum, singkong, dan ubi.

Penuhi Kebutuhan Tidur

Cara menjaga stamina saat puasa yang selanjutnya adalah mengoptimalkan waktu tidur. Ini karena selama berpuasa, kamu harus bangun lebih awal untuk sahur. Hal ini mungkin dapat menyebabkan kamu kurang tidur sehingga saat beraktivitas cenderung lemas.

Untuk itu, kamu bisa menyiasatinya dengan tidur lebih cepat dari biasanya, serta optimalkan waktu tidur selama 6–8 jam per hari.

Penuhi Asupan Cairan Tubuh

Minum yang cukup juga menjadi salah satu cara menjaga stamina saat puasa. Selama bulan puasa, kamu kadang lupa untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Padahal 80 persen tubuh kamu terdiri atas cairan, sehingga ketika asupan cairan berkurang tubuh akan mudah mengalami dehidrasi. Dehidrasi inilah yang membuat stamina menurun.

Karena itu, pastikan untuk mengonsumsi air minimal delapan gelas setiap harinya. Kamu dapat mencicilnya dari setelah berbuka puasa hingga sahur. Minum dua gelas air putih saat berbuka, empat gelas saat makan malam hingga menjelang tidur, dan dua gelas saat sahur.

Olahraga Ringan

Kamu juga tidak bisa meninggalkan olahraga begitu saja saat berpuasa. Namun, jangan memaksakan diri untuk berolahraga selama berpuasa, jika memang tidak kuat. Kamu tetap dapat beraktivitas fisik dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya, misalnya 30 menit saja.

Pilihlah jenis olahraga yang lebih ringan agar tidak terlalu menguras energi, seperti jogging kecil, yoga, bersepeda, dan berenang. Kamu dapat melakukannya 30–60 menit menjelang berbuka puasa.

Kurangi Makanan dengan Minyak Berlebih

Pemilihan makanan sangat penting dalam cara menjaga stamina saat puasa ini. Kadar minyak dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa membuat sel darah merah menggumpal dan terhambat.

Inilah yang menyebabkan aliran oksigen ke dalam tubuh menjadi berkurang hingga 20 persen. Akibatnya kamu akan mudah mengantuk pada siang hari saat berpuasa.

Konsumsi Sayur dan Buah

Cara menjaga stamina saat puasa berikutnya adalah dengan mengonsumsi sayur dan buah. Demi kelancaran berpuasa, asupan sayur dan buah selama berbuka dan sahur harus tetap terjaga.

Selain tinggi kadar air, sayur dan buah juga kaya antioksidan yang mampu memelihara stamina. Variasikan juga jenis sayur dan buahnya agar tubuh mendapatkan nutrisi yang lengkap.

Makan Kurma

Kurma sangat identik dengan takjil. Ada banyak alasan mengapa buah ini bagus untuk kesehatan. Selain berserat, kurma juga menyimpan berbagai macam vitamin yang berguna untuk tubuh.

Cara menjaga stamina saat puasa dengan kurma ini dapat dikonsumsi kapan pun, baik sebagai hidangan awal berbuka atau makanan penutup sahur.

Multivitamin

Multivitamin dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menjaga stamina tubuh selama berpuasa, apalagi jika kegiatan harian cukup padat. Dengan rutin mengonsumsi multivitamin, tubuh pun akan terhindar dari penyakit, lebih segar, dan mampu beraktivitas dengan baik.

 

 

Cc:www.liputan6.com

7 Manfaat Senam Lantai untuk Kesehatan Tubuh Anak

Manfaat senam lantai untuk anak dapat menjaga kesehatan tubuhnya. Selain itu, fungsi senam lantai bagi anak dapat memberikan kekuatan pada tubuh dan juga baik untuk perkembangan anak dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu cabang dari olahraga senam ini dilakukan di atas permukaan lantai dengan menggunakan alas berupa sebuah matras. Gerakannya bisa dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Manfaat senam lantai untuk anak tentunya harus diikuti dengan penerapan gerakan yang benar. Hal ini karena gerakan dalam senam lantai ini menuntut kekuatan tangan dan kaki, sekaligus koordinasi otot-otot tubuh dan persendiannya.

Oleh karena itu, perlu memperhatikan cara melakukannya yang benar. Macam-macam gerakan senam lantai yang bisa diterapkan oleh anak-anak adalah Sikap Lilin, Kayang, Roll Depan, Roll Belakang, Headstand, hingga Handstand.

Menguatkan Tulang dan Otot

Tulang Menjadi Kuat dan Sehat

Manfaat senam lantai yang pertama adalah bisa melatih kekuatan otot inti tubuh untuk menahan beban tubuh sendiri. Kamu bisa melakukan secara rutin gerakan senam lantai ini untuk bisa merasakan manfaatnya untuk kekuatan tulang.

Di usia yang masih muda, kepadatan tulang seseorang sedang terbentuk hingga kapasitas maksimalnya. Dengan membangun tulang yang kuat dan sehat sejak dini bisa membantu mengurangi risiko terkena osteoporosis di hari tua nanti.

Bantu Tingkatkan Kekuatan Otot

Pada gerakan senam lantai melibatkan hampir seluruh otot tubuh. Misalnya menggunakan kaki dan lengan saat kamu push-up atau sit-up, otot dada dan tulang belakang saat melakukan roll depan, dan otot inti tubuh serta otot paha saat kamu menahan sikap lilin, kayang, atau handstand.

Selain itu, berbagai gerakan senam juga kerap melatih otot bokong dan betis selama kamu menahan beban tubuh di satu posisi dalam waktu yang cukup lama.

Meningkatkan Kelenturan dan Mencegah Risiko Penyakit

Meningkatkan Kelenturan Tubuh

Manfaat senam lantai untuk anak berikutnya adalah meningkatkan kelenturan tubuh. Mempelajari gerakan senam dengan benar dan berlatih rutin membuat tubuh anak lebih lentur dan fleksibel sehingga terhindar dari risiko cedera, nyeri, atau gampang kelelahan.

Apabila tubuh lentur dan mudah bergerak mengikuti gerakan senam, tubuh pun juga jauh dari risiko cedera.

Mencegah Risiko Penyakit Tertentu

Menjaga tubuh agar tetap sehat dan segar dengan berolahraga bisa membantu kamu untuk menurunkan risiko terkena serangan penyakit serius. Nah, dengan melakukan senam lantai ini secara tidak langsung kamu bisa membakar kalori dan menjaga kesehatan jantung serta paru-paru.

Dalam menerapkan macam-macam gerakan senam lantai ini, kamu harus senantiasa berhati-hati untuk menghindari risiko cedera. Selain itu, manfaat kesehatan tersebut tentunya tidak bisa kamu dapatkan jika tidak diimbangi dengan nutrisi yang sehat.

Mencukupi Kebutuhan Olahraga Harian, Belajar Sosialisasi, dan Belajar Disiplin

Mencukupi Kebutuhan Olahraga Harian

Manfaat senam lantai untuk anak berikutnya adalah untuk mencukupi kebutuhan olahraga harian. The American Heart Association merekomendasikan anak-anak untuk olahraga atau beraktivitas fisik selama 60 menit per hari.

Sedangkan orang dewasa  atau yang berusia 18 tahun ke atas harus berolahraga selama 30 menit sehari, dan sebanyak 5 hari dalam satu minggu.

Jika kamu tidak suka berkeringat dan lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah sendiri, rutin senam lantai bisa jadi alternatif yang baik untuk tetap mencukupi kebutuhan aktivitas fisik harian.

Belajar Sosialisasi Sejak Dini

Manfaat senam lantai untuk anak juga sangat baik untuk perkembangannya dalam masyarakat. Hal ini berkaitan dengan senam lantai yang biasanya dilakukan bersama-sama dengan teman sebaya si anak.

Menurut Gymnastics Academy of Boston senam juga memberi anak-anak kesempatan untuk belajar tentang keterampilan sosial seperti mendengarkan, mengikuti arahan, mengerti arti bergantian atau bergiliran, melatih untuk tahu kapan harus bersikap diam atau aktif, dan belajar menghormati orang lain.

Mengikuti kelas senam reguler dapat memberi anak-anak kesempatan untuk berkomunikasi dengan orang seusia mereka, bekerja dalam tim, dan bahkan berlatih bagaimana bicara dengan orang dewasa (pelatih senam). Anak-anak juga dapat bersenang-senang, bertemu teman baru, dan belajar mandiri saat melakukan senam lantai.

Belajar Disiplin

Gerakan senam lantai ini membutuhkan konsentrasi dan komitmen yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan manfaat senam lantai untuk anak berikutnya. Tak jarang, dalam pelajaran senam, anak-anak harus melatih konsentrasi dan bekerja keras untuk bisa mendapatkan gerakan yang benar.

Aturan dan kode perilaku dalam senam membantu anak-anak belajar pentingnya aturan untuk keselamatan, dan mengajarkan rasa hormat kepada orang lain.

Itulah beberapa manfaat senam lantai untuk kesehatan tubuh anak yang perlu diketahui. Ajarkan anak secara rutin untuk berolahraga sehingga selalu terjaga kesehatannnya.

 

 

Cc : hot.liputan6.com

5 Latihan untuk Paha Kencang di Rumah, Berhasil dalam Minimal 1 Bulan

Lelah dengan paha yang terlalu besar bak gedebok pisang? Apakah kamu lelah dengan berbagai omongan dan kesusahan yang harus kamu dengar dan alami akibat memiliki paha dan betis yang oversize.Lelah dengan paha yang terlalu besar bak gedebok pisang? Apakah kamu lelah dengan berbagai omongan dan kesusahan yang harus kamu dengar dan alami akibat memiliki paha dan betis yang oversize.

Kamu sudah daftar jadi member klub kebugaran? Itu sudah langkah yang bagus. Tetapi, di masa yang sedang sukar seperti saat ini, di mana Jakarta menjadi titik penyebaran virus corona baru (SARS-CoV-2) yang menyebabkan COVID-19, pergi nge-gym bukanlah keputusan yang bijak, yang malah akan membahayakan dirimu dan orang sekitarmu.

Pertanyaannya, apakah kamu bisa merampingkan sekaligus mengencangkan pahamu di rumah?

“Bisa dong!”

Jadi, saat masa karantina dan #StayHome sudah selesai, kamu bisa memamerkan paha ramping nan kencang yang membuat semua mata tertuju padamu. Kuncinya hanya satu: KONSISTENSI.

Berikut adalah 5 latihan rumahan yang bisa kamu terapkan untuk mewujudkannya.

1. Single-Leg Circle

Latihan mudah pertama yang dapat kamu lakukan untuk mengencangkan paha adalah “single-leg circle“. Dari namanya pun, kamu sudah dapat gambarannya, kan? Bagi kamu yang ikut kelas pilates, kamu pasti sudah hapal betul dengan latihan satu ini.

Efektif untuk mengurangi lemak paha bagian atas, ini langkah-langkahnya:

  • Berbaring telentang dengan kedua lengan di sisi badan, dan pastikan telapak tangan menyentuh alas.
  • Naikkan satu kaki ke atas dan buat gerakan melingkar searah jarum jam. Perhatian, jangan curang dengan mengangkat pinggul atau tangan.
  • Lakukan hingga lima putaran, lalu putar melawan arah jarum jam dengan jumlah putaran yang sama. Jika sudah, lakukan dengan kaki yang berlawanan.
  • Lakukan latihan ini sebanyak 4 set untuk masing-masing kaki

2. Squat

Latihan kedua yang cukup mudah dan umum untuk dilakukan adalah squat. Tanpa disadari, bukan hanya memperkuat pinggang, punggung, dan bokong, squat dapat membantumu menghasilkan paha yang indah! Squat sangat efektif untuk menghancurkan lemak di paha bagian dalam.

Kami yakin kamu sudah tahu langkah-langkah squat yang benar… Kamu lupa atau ragu dengan squat-mu? Tidak apa-apa. Yuk, ikuti langkah-langkah ini agar yakin:

  • Pastikan kaki dan bahumu sejajar.
  • Rentangkan kedua lenganmu ke depan, maka akan terlihat sudah sejajar atau belum. Atau, kamu juga bisa meletakkan tanganmu di belakang kepala.
  • Tekuk lututmu dan turunkan bokong serta pinggangmu serendah mungkin (tapi, jangan terlalu rendah sampai tidak bisa bangun). Usahakan dada tetap busung dan punggung tetap tegak!
  • Dengan bertumpu pada tumitmu, dorong tubuh ke posisi semula.
  • Lakukan 10 kali dalam 2 – 3 set.

3. Lunges

Untuk mendapatkan betis berisi dan paha yang ramping, kamu juga harus pertimbangkan lunges ke dalam program latihan rumahmu. Sama seperti single-leg circlelunges dapat membantumu menghancurkan lemak paha bagian atas, sambil membentuk bagian tubuh yang lain.

Agar maksimal, inilah langkah-langkah lunges yang baik dan benar:

  • Dari posisi berdiri tegak, ambil langkah yang cukup lebar dan turunkan tubuhmu hingga lutut menekuk.
  • Tahan posisi tersebut hingga 3 – 5 detik, lalu kembali ke posisi semula.
  • Lakukan gerakan yang sama dengan kaki yang berbeda.
  • Lakukan 10 kali dalam 2 – 3 set.

4. Plie

Latihan satu ini sering dilakukan oleh para penari balet, yaitu plie. Kalau kamu ingin pahamu ramping seperti para penari balet, plie sangat direkomendasikan. Kenapa? Latihan ini benar-benar menggunakan seluruh otot pada kakimu, terlebih pada bagian paha.

Siap untuk menjadi balerina memiliki paha ideal? Ikuti langkah-langkah plie berikut ini:

  • Berdiri dan bukalah kakimu lebih lebar sedikit dari bahu.
  • Posisikan pergelangan dan jari kaki mengarah ke luar.
  • Letakkan tangan ke pinggang agar kamu tidak kehilangan keseimbangan.
  • Tekuk lututmu dan turunkan bokongmu. Usahakan lutut tidak mendahului jari kaki.
  • Tahan posisi tersebut beberapa saat, lalu kembali ke posisi semula secara perlahan.
  • Lakukan gerakan ini selama 40 – 60 detik.

5. Crescent Kick

Latihan terakhir untuk pahamu adalah crescent kick. Sama seperti squatcrescent kick membakar lemak paha bagian dalam. Berbeda dengan plie yang terinspirasi dari tarian, crescent kick terinspirasi dari bela diri Tae Kwon Do.

Jadi, sambil mengecilkan paha, kamu juga bisa melindungi diri dari copet atau orang jahat! Karena cukup sulit, ikuti langkah-langkah ini sambil melihat gambar, ya!

  • Berdiri dan buka kakimu selebar pinggul.
  • Lemaskan badan dan posisikan lenganmu dalam posisi bertahan (lihat pada gambar).
  • Langkahkan satu kaki ke depan, lalu naikkan kaki yang berlawanan ke depan dan buat gerakan melingkar. Contoh, jika yang kamu maju dengan kaki kiri dan mengangkat kaki kanan, maka buat gerakan sapuan melingkar dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  • Ulangi langkah ke-2 dengan kaki yang berlawanan. Itu satu repetisi.
  • Lakukan sebanyak 10 repetisi dalam 2 – 3 set.

Itulah latihan-latihan ringan yang dapat kamu lakukan di rumah untuk mendapatkan paha yang ramping dan kencang.

Tentunya, latihan-latihan ini juga harus dibarengi dengan pola makan yang benar. Kamu pun juga harus benar-benar konsisten melakukan ini untuk melihat hasilnya.

“Siap untuk mulai besok?”

 

 

Cc : www.idntimes.com